Tuesday, 15 January 2019

Doa dan harapan






" Ain okay? " sambil tersenyum dia bertanya.

Mungkin sudah dapat mengagak apa yang bermain di fikiran teman rapatnya itu.

" Dou sureba ii ka. Wakaranai. "

Lost. Ain memandang rakannya. Senyuman tawar  mengakhiri jawapannya sebentar tadi.

" Make it simple. Bukan kerja kita. Kan? "
Ain menyambung.

" Kita hanya perlu berusaha. Ada perkara, kita rasa kita dah usaha, tapi tak nampak cahaya. Tak nampak jalan keluar. "

" Tapi. Yang tertinggal itu, mungkin doa. "
Sambil memandang wajah teman rapatnya, lancar dia meluah segala isi hati.

" Ya, yang tertinggal itu doa. "

" Yang salah tu, bila harapan kita pada manusia lebih tinggi berbanding harapan kita pada Dia. "

" Kita punya harapan. Tapi yang mengabulkan harapan itu... "

" Dia. "

Noktah.

No comments:

Post a Comment

Fasa Baru

Huh. Berhabuk blog ni, hehe. Hisashiburini, update blog. Alhamdulillah, selepas hampir tiga bulan, banyak yang perlu settle dan akhirnya...